Batik Edition |
|
|
| |
| About Solo |
| |
Kota Solo merupakan kota budaya yang terletak di propinsi jawa tengah, tepatnya 235 km sebelah selatan Semarang. Solo dahulunya merupakan sebuah kerajaan dengan tingkat kemakmuran tinggi disertai dengan tingkat kebudayaan dan perkembangan seni yang sangat bermutu. Salah satunya adalah kesenian batik. kesenian ini memiliki banyak sekali aspek corak dan tema yang sangat beraneka ragam, mulai dari corak gulung tikar, made balang, cocak rowo, karang geni, sri panunggal dan lain-lain. Batik dapat ditemui hampir disetiap butik yang ada didaerah solo. Harganyapun sangat bervariasi sesuai dengan kualitasnya. Jangan lewatkan Solo ketika anda mengunjungi Jawa Tengah.
|
| Pengenalan Batik |
Deprecated: Function ereg() is deprecated in /data/www/net.athost.vhosts/w/webti06.athost.net/public_html/lib/fungsi.php on line 21
24 Juni 2007 |
| |
Kata batik sendiri yang menurut bahasa Malay berasal dari kata titik, yang berarti titik kecil, tetesan. Menurut bahasa Jawa kata batik diambil dari kata ambatik, yaitu kata amba yang berarti menulis dan akhiran tik yang berarti titik kecil, tetesan, atau membuat titik. Jadi batik mempunyai arti menulis atau melukis titik.Tetapi secara esensial batik diartikan sebagai sebuah proses atau tehnik menahan warna dengan menggunakan lilin malam. Artinya, batik adalah sebuah proses menahan warna memakai lilin malam secara berulang-ulang diatas kain. Lilin malam yang digunakan sebagai penahan dan mencegah agar warna tidak meyerap diatas kain didaerah yang ditutup dengan lilin malam tersebut. Lilin tersebut juga dapat berfungsi sebagai pembentuk motif dan corak pada batik tersebut.
Batik sendiri memiliki ketidak jelasan dari mana asal mulanya dan dimana pertama kali diketemukan, tapi tehnik pembuatan batik dengan menahan warna telah berusia ribuan tahun dan juga dapat diketemukan bukti-bukti bahwa tehnik tersebut telah digunakan di Afrika, Eropa, Timur-Tengah dan beberapa negara Asia seperti China, India dan Jepang. Indonesia sendiri menurut beberapa pakar peneliti, batik dibawa dan dikenalkan oleh para pelancong yang datang. Tetapi di Indonesia lah batik memiliki perkembangan dan mencapai suatu nilai seni yang sangat tinggi dan juga sangat populer khususnya di pulau Jawa. Batik menjadi sebuah tradisi yang melekat dan menjadi sebuah kultur seni msyarakat yaitu sebagai pakaian tradisional masyarakat Jawa saat itu. Kemudian kebudayaan ini berkembang dan meluas ke seluruh kepulauan di Indonesia dan ke semenanjung Malay. Sehingga batik menjadi sangat populer dan disukai dan menjadi suatu pakaian resmi nasional Indonesia dan batik pun saat ini, menjadi suatu pusat industri yang sangat penting yang ikut meramaikan industri pakaian di Indonesia dan juga di Asia.
Perkembangan batik di Indonesia sangat dominan di jaman kerajaan Jawa, oleh karena itu pusat batik umumnya di Pulau Jawa, seperti Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Cirebon dan lain-lain. Dan tiap daerah ini memiliki kelebihan dalam desain, warna dan motif tersendiri. Pengaruh budaya luar juga sangat kental pada desain Batik, seperti masuknya pedagang dari Arab dan Cina dan juga pengaruh dari Eropa khususnya oleh Belanda. Ini semua dapat dilihat di daerah pesisir pulau Jawa seperti Pekalongan dan Cirebon, desain dengan kombinasi warna yang terang dan motif seperti burung, bunga-bunga dan pohon-pohon. Sehingga untuk batik dari daerah pesisir dikenal dengan batik modern, sedangkan batik dari Jawa tengah masih kental dengan batik tradisionalnya.
|
| |
Museum Batik Pekalongan |
Deprecated: Function ereg() is deprecated in /data/www/net.athost.vhosts/w/webti06.athost.net/public_html/lib/fungsi.php on line 21
24 Juni 2007 |
| |
Anda ingin mengenal dan mengetahui lebih jauh tentang batik Pekalongan ? Silahkan berkunjung ke Museum Batik Pekalongan. Lokasinya sangat mudah dijangkau dengan bermacam kendaraan atau angkutan kota. Terletak di daerah bundaran Jatayu dekat jalan Diponegoro Kota Pekalongan. Daerah ini juga merupakan simbol kerukunan antar umat beragama Kota Pekalongan yang terbina sangat baik. Tampak dalam foto 1 di samping Museum Batik Pekalongan berdiri Masjid dengan latar belakang Gereja Katholik Pekalongan. Di sekitar kawasan ini juga berdiri Gereja Protestan dan tempat ibadah penganut Tri Dharma. Begitu juga dengan corak batik Pekalongan yang banyak dipengaruhi gabungan atau pembauran unsur lokal, arab, cina, dan belanda. Sungguh sebuah warisan budaya yang tak ternilai harganya. Mari bersama kita lestarikan dan berdayakan.
|
| |
|
| Polling |
| Apakah warna batik dasar yang anda sukai? |
| |
|